17+ Sebutkan Tiga Contoh Pengamalan Sila Ke 2 Di Sekolah !!
Contoh Pengamalan Pancasila dalam Kehidupan Sehari-Hari
3 Feb 2021 Berikut contoh pengamalan sila ke-2 dalam kehidupan sehari-hari: Menghindari dan menolak adanya bullying di sekolah maupun media sosial. Sitirejo.desa.id Pada masa sekarang, apakah nampak nilai-nilai Pancasila yang sudah diterapkan oleh orang di sekitar kita? Apakah diri kita sendiri juga belum mendasarkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehar-hari? Pertanyaan tersebut merupakan hal yang sudah bisa ditebak jawabannya.Seiring dengan perkembangan zaman, banyak masyarakat yang lalai dalam bertingkah laku dan tidak mengamalkan arti nilai Pancasila. Maka dari itu, mari kita bahas bagaimana contoh pengamalan Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.
Sila-sila dalam Pancasila tidak dapat dilaksanakan atau diamalkan secara terpisah karena merupakan satu kesatuan yang utuh dan berkaitan satu sama lain. Sebagai warga negara harus menunjukkan penghargaan kepada nilai-nilai Pancasila dalam segala bidang kehidupan dengan mempertahankan Pancasila. Mempertahankan ideologi Pancasila berarti melaksanakan dan mengamalkan Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.
Pengamalan Pancasila berarti mengupayakan nilai ketuhanan, kemanusiaa, ketrakyatan, dan keadilan untuk diyakini kebenarannya, kebaikannya, keindahannya, dan kegunaannya oleh bangsa Indonesia. Hal ini berarti Pancasila digunakan sebagai pedoman kehidupan bermasyarakat dan menimbulkan tekad yang kuat untuk mengamalkannya dalam kehidupan nyata.
Pengamalan Pancasila berarti melaksanakan nilai Pancasila sebagai pedoman hidupnya Segala perbuatan dan tingkah lakunya didasarkan atas Pancasila. Hal ini berarti Pancasila digunakan sebagai pandangan hidup bangsa.
Pancasila memiliki peranan yang sangat penting dalam mengatur kehidupan kehidupan berbangsa dan bernegara. Melalui Pancasila, diharapkan Indonesia dapat sejahtera, berdaulat, adil, makmur dan tercapai cita-cita negaranya. Sehingga selain dijadikan norma hukum dalam mengatur kehidupan bernegara, Pancasila juga digunakan sebagai pedoman bertingkah laku yang digunakan dalam kehidupan sehari-hari.
Tujuan dari pengamalan Pancasila dalam kehidupan sehari-hari adalah untuk mempertahankan Pancasila. Mempertahankan Pancasila berarti mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Artinya kita tidak boleh mengubah, menghapus atau mengganti dasar negara yaitu Pancasila dengan dasar negara lain.
Ketika terdapat pihak yang ingin mengganti Pancasila berarti mengancam kedaulatan negara. Maka dari itu, mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia merupakan kewajiban dan tanggung jawab bersama antara rakyat dan pemerintah.
Seiring berkembangnya zaman, banyak masyarakat yang lupa dengan bunyi Pancasila, apalagi mengamalkan nilai-nilai Pancasila. Maka dari itu, di pendidikan dasar terdapat materi yang mempelajari tentang Pancasila. Selain itu, di setiap upacara bendera juga diucapkanlah secara bersama-sama bunyi Pancasila.
Upaya di atas bertujuan untuk memberikan pengetahuan kepada masyarakat dan generasi muda mengenai Pancasila. Penanaman nilai-nilai Pancasila juga harus dilakukan kepada setiap orang. Ketika sudah mengetahui dan memahami nilai Pancasila, maka harus diamalkan.
Proses pengamalan Pancasila inilah yang terkadang berhenti di tengah jalan. Pancasila tidak dijalankan dengan sepenuh hati, akhirnya Pancasila hanya menjadi sebuah slogan.
Kesadaran dari pribadi masing-masing untuk menanamkan nilai Pancasila kepada dirinya sendiri dan orang lain merupakan dasar kehidupan Pancasila. Melalui pengamalan Pancasila di dalam kehidupan sehari-hari, maka tujuan dari sebuah negara akan tercapai.
Berdasarkan sila Ketuhanan Yang Maha Esa, maka tingkah laku warga negara harus bertitik tolak pada semangat untuk melakukan yang benar, adil dan baik sebagai intisari nilai Ketuhanan. Berikut contoh pengamalan sila ini dalam kehidupan sehari-hari:
Berdasarkan sila Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab, maka tingkah laku manusia harus didasarkan atas kemanusiaan, keadilan dan keadaban. Berikut contoh pengamalan sila ke-2 dalam kehidupan sehari-hari:
Bedasarkan sila Persatuan Indonesia, maka tingkah laku warga negara harus didasarkan pada nilai integrasi nasional. Berikut contoh pengamalan sikap sila ke-3 dalam kehidupan sehari-hari:
Pada sila keempat, tingkah lauku warga negara harus didasarkan pada kerakyatan dan demokrasi yang berhikmat dan bijaksana. Berikut contoh pengamalan sila ini dalam kehidupan sehari-hari:
Pada sila kelima, tingkah laku manusia harus didasarkan pada keadilan dalam menjaga hubungan bermasyarakat. Berikut contoh pengamalan sila ini dalam kehidupan sehari-hari:
Itulah tadi serangkaian artikel yang telah kami selesaikan kepada segenap pembaca terkait dengan contoh pengamalan pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Semoga melalui tulisan ini bisa memberikan wawasan serta menambah pengetahuan bagi senap pembaca sekalian. Trimakasih,

Pengamalan Nilai-nilai Pancasila Dalam Kehidupan Sehari-hari
Nilai ini terkandung pada sila pertama Pancasila yang berbunyi, Berikut adalah beberapa contoh praktik pengamalan nilai ketuhanan tersebut: Pengamalan Nilai-nilai Pancasila dalam Kehidupan Sehari-hari Sebagai ideologi bangsa, Pancasila terdiri dari seperangkat nilai dan norma yang seyogyanya terinternalisasi dalam diri setiap rakyat Indonesia. Ya, Pancasila adalah ruh yang menggerakkan aktivitas keseharian bangsa. Karena itulah pengamalan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan kita sehari-hari menjadi sebuah urgensi.Mengapa demikian? Pancasila dirumuskan oleh para Founding Fathers negara Indonesia dengan memeras sari pati nilai-nilai luhur yang telah sejak dulu membudaya di nusantara. Nilai-nilai luhur tersebut telah tumbuh dan berkembang di tengah masyarakat, bahkan jauh sebelum Republik Indonesia berdiri.
Dalam konteks kedudukannya sebagai dasar negara, Pancasila sejatinya adalah identitas bangsa Indonesia. Kehadirannya membuat bangsa ini utuh. Karena tanpa dasar negara, bangsa Indonesia tidak memiliki identitas serta arah tujuan yang sama, sehingga ancaman perpecahan akan lebih mudah terjadi.
Nilai ini terkandung pada sila pertama Pancasila yang berbunyi, Ketuhanan Yang Maha Esa. Nilai ketuhanan pada sila pertama tersebut mengandung dua nilai turunan, yaitu nilai kepercayaan dan nilai ketakwaan.
Nilai kepercayaan diwujudkan dalam bentuk keyakinan dan pengakuan terhadap adanya Tuhan Yang Maha Esa. Dalam konteks kenegaraan, keyakinan tersebut diwujudkan dengan adanya enam agama yang secara resmi diakui oleh pemerintah, yaitu Islam, Katolik, Protestan, Hindu, Budha, dan Konghucu.
Sementara nilai ketakwaan bermakna kebebasan bagi setiap warga negara untuk beribadah sesuai agama yang diyakininya tersebut. Hal ini sesuai amanah UUD 1945, terutama Pasal 28E Ayat 1 yang berbunyi Setiap warga negara bebas memeluk agama dan beribadah sesuai agamanya.
Untuk membantu memahami nilai ketuhanan tersebut, terdapat butir-butir sila pertama sebagai penjelas bagi masyarakat. Menurut TAP MPR Nomor I/MPR/2003, berikut ini adalah butir-butir pengamalan sila pertama Pancasila:
Dengan tuntunan butir-butir tersebut, masyarakat diharapkan makin mudah untuk mengamalkan sila pertama dimanapun mereka berada. Berikut adalah beberapa contoh praktik pengamalan nilai ketuhanan tersebut:
a. Membiasakan keluarga untuk menjalankan kewajiban ibadah dengan rajin, seperti, salat lima waktu atau beribadah ke gerejab. Membiasakan berdoa tiap sebelum dan setelah melakukan aktivitas, misal, saat makan, tidur, atau bepergianc. Menghormati orang tua serta menaati nasihat dan perintahnya
a. Saling menghormati antar tetangga walaupun berbeda keyakinanb. Memperkuat toleransi di antara para pemeluk agama dengan cara memberikan kesempatan untuk menjalankan ibadah masing-masingc. Memperlakukan tetangga dengan baik, misalnya dengan saling berbagi oleh-oleh, makanan, atau hadiah
a. Menganggap semua teman sama meskipun berbeda-beda agamanyab. Saling menghormati dan bertoleransi antar teman dengan keyakinan yang berbedac. Bergaul dengan positif dan produktif, misalnya, saling mendukung untuk mencapai kesuksesan, saling membantu, juga bermain dan belajar bersam
Nilai ini termaktub dalam sila kedua Pancasila, Kemanusiaan yang Adil dan Beradab. Adanya nilai tersebut mengandung makna bahwa kemanusiaan haruslah diutamakan dalam aktivitas keseharian masyarakat Indonesia.
Terlebih lagi negeri ini berdiri di atas berbagai macam perbedaan, seperti yang tersurat dalam semboyan negara Indonesia, Bhinneka Tunggal Ika. Nilai kemanusiaan menjamin kita untuk memperlakukan sesama manusia dengan adil tanpa membedakan suku, ras, golongan, dan agama.
Dalam konteks negara, Indonesia juga menjamin seluruh warga negaranya memiliki kesamaan kedudukan dalam hukum dan pemerintahan. Jaminan ini sebagaimana tercantum dalam Pasal 27 Ayat 1 UUD 1945.
Pasal tersebut berbunyi, Segala warga negara bersamaan kedudukannya dalam hukum dan pemerintahan, dan wajib menjunjung hukum dan pemerintahan itu dengan tidak ada kecualinya.
Nilai kemanusiaan juga menjamin setiap manusia memiliki persamaan derajat. Hal ini seperti tercantum dalam makna sila kedua menurut Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, yaitu menghargai dan menghormati antar sesama manusia serta memiliki persamaan derajat.Secara lebih mendetail, pengamalan sila kedua dijabarkan dalam butir-butir sesuai TAP MPR Nomor I/MPR/2003, sebagai berikut:
a. Menghormati, menghargai, dan menyayangi orang tua serta saudarab. Membantu orang tua mengerjakan pekerjaan rumahc. Mendengarkan nasihat dan mematuhi perintah orang tuad. Tidak semena-mena terhadap orang tua dan sesama saudarae. Memiliki sikap tenggang rasa dan menjaga kerukunan di dalam rumah
a. Menghormati tetangga tanpa membedakan suku, agama, ras, dan golonganb. Menjaga kerukunan antar tetanggac. Menolong tetangga yang membutuhkan bantuand. Menjaga norma kesopanan di lingkungan tetanggae. Melaksanakan kewajiban sesuai peraturan yang disepakati di lingkungan masyarakat, misalnya, menjaga kebersihan lingkungan dengan ikut kerja baktif. Tidak main hakim sendirig. Mengambil keputusan untuk kepentingan masyarakat dengan jalan musyawarah.
a. Memperlakukan sesama teman dengan baik tanpa membedakan suku, ras, agama, dan golonganb. Menghormati guruc. Menghargai temand. Membantu guru dan teman yang mengalami kesulitan.
Sila ketiga Pancasila, Persatuan Indonesia, mengandung nilai persatuan ini. Maknanya adalah bahwa seluruh warga negara Indonesia harus bersatu tanpa memandang perbedaan suku, bahasa, agama, dan latar belakang budaya lainnya.
Menurut Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, nilai persatuan salah satunya dapat diwujudkan dengan cara memiliki jiwa nasionalisme yang tinggi. Nasionalisme sendiri berarti rasa cinta terhadap tanah air Indonesia.
a. Menanamkan jiwa dan semangat patriotisme serta cinta tanah air bagi seluruh anggota keluarga. Misalnya dengan membiasakan mengonsumsi produk-produk lokal buatan Indonesiab. Mengajarkan kepada anggota keluarga untuk menjaga nama baik Indonesiac. Menumbuhkan sikap saling menghormati, menyayangi, dan menghargai di antara anggota keluarga.
a. Saling bekerja sama dan menghormati antar tetangga tanpa membedakan suku, agama, ras, dan golonganb. Mengutamakan kepentingan masyarakat di atas kepentingan pribadi atau keluargac. Tidak memaksakan keinginan kita kepada orang laind. Menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan masyarakate. Di tengah lingkungan yang majemuk dengan berbagai latar belakang budaya, bahasa Indonesia digunakan sebagai bahasa pergaulan.
a. Berteman tanpa memandang status sosial ekonomi, agama, suku, ras, dan golonganb. Menjaga kerukunan dan toleransi di antara teman dan guruc. Membantu teman yang kesusahan dengan tulus ikhlasd. Mengutamakan persatuan dan kesatuan di lingkungan sekolah.
Nilai kerakyatan terkandung pada sila keempat Pancasila, Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan. Nilai tersebut bermakna kekuasaan tertinggi ada di tangan rakyat.
Nilai kerakyatan terkait erat dengan pemerintahan di Indonesia yang menerapkan sistem demokrasi, yaitu, pemerintahan dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat. Selain nilai tersebut, sila keempat juga bermakna pengambilan keputusan dari pendapat-pendapat yang berbeda diutamakan melalui mekanisme musyawarah.
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan pun membedah makna sila keempat sebagai berikut: Kata hikmat kebijaksanaan diartikan sebagai penggunaan akal sehat dalam melakukan segala sesuatu Permusyawaratan dimaknai sebagai musyawarah untuk mengambil keputusan dan mencapai mufakat Perwakilan mengacu kepada sistem yang dianut, yaitu perwakilan rakyat.
Nilai kerakyatan ini hendaknya dapat tertanam dalam diri setiap rakyat Indonesia, serta dapat diterapkan di mana pun. Berikut contoh penerapan nilai kerakyatan dalam sila keempat tersebut:
a. Anak mendengarkan dan menuruti nasihat orang tuab. Orang tua mau mendengarkan dan menerima saran dari anakc. Menghargai dan melaksanakan keputusan.
a. Mengikuti pemilihan kepala daerah, baik dari tingkat provinsi, kabupaten, hingga RT dan RWb. Aktif mengikuti kegiatan musyawarah warga dan memberikan pendapatc. Melaksanakan keputusan hasil musyawarah.
a. Aktif mengikuti organisasi kesiswaanb. Mengambil keputusan untuk kepentingan bersama lewat jalan musyawarahc. Mendengarkan pendapat guru dan temand. Tidak memaksakan pendapat dan kehendak kepada teman.
Nilai keadilan tercermin dalam sila kelima Pancasila, Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia. Makna nilai tersebut adalah setiap masyarakat Indonesia memiliki hak yang sama untuk mendapatkan kesejahteraan.
Mewujudkan rakyat yang sejahtera tanpa kesenjangan ekonomi, sosial, budaya, juga politik, merupakan tujuan dari bangsa Indonesia. Dengan demikian nilai keadilan dapat diwujudkan.
Sementara itu, mewujudkan kemakmuran rakyat juga merupakan amanah dari Undang-Undang Dasar 1945. Hal tersebut tersurat dalam Pasal 33 Ayat 3 yang berbunyi:
a. Menjalankan kewajiban dan mendapatkan hak sesuai peranan masing-masing anggota keluargab. Saling membantu dan mendukung antar anggota keluargac. Menghormati hak masing-masing anggota keluarga.
a. Melaksanakan kewajiban dan mendapatkan hak sebagai warga masyarakatb. Membantu tetangga yang membutuhkan tanpa melihat status sosialc. Mengesampingkan kepentingan pribadi dan mengutamakan kepentingan masyarakat.
Demikianlah praktik pengamalan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Karena Pancasila merupakan kristalisasi dari nilai-nilai luhur bangsa, menerapkannya tentu akan membawa manfaat bagi kita. Karenanya, mari mulai mengamalkannya sekarang juga!
ePerpus adalah layanan perpustakaan digital masa kini yang mengusung konsep B2B. Kami hadir untuk memudahkan dalam mengelola perpustakaan digital Anda. Klien B2B Perpustakaan digital kami meliputi sekolah, universitas, korporat, sampai tempat ibadah.
Profil Pelajar Pancasila - Direktorat Sekolah Dasar
Profil Pelajar Pancasila sesuai Visi dan Misi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan sebagaimana tertuang dalam dengan Peraturan Menteri Pendidikan danContoh Sikap yang Tidak Sesuai dengan Nilai Pancasila - Kumparan
28 Jul 2021 2. Contoh Sikap yang Tidak Sesuai dengan Sila Ke-2. Berikut adalah contoh sikap yang tidak sesuai dalam sila ke-1 yang ditemukan dalamPengamalan Nilai-nilai Pancasila - YouTube
Video ilustrasi berikut ditujukan untuk lebih memudahkan belajar pemahaman dan pengamalan nilai-nilai pancasila dalam kehidupan bernegara.
Penerapan Nilai-Nilai Pancasila dalam Menanggulangi COVID-19
1 Jun 2020 ¢Kita akan dapat mengatasi Pandemi COVID-19 apabila kita dapat mengejawantahkan nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila,¢ kata GubernurVideo Contoh Pengamalan Sila-Sila Pancasila - SD Ta'mirul Islam
Berikut kami sampaikan dalam bentuk video, beberapa contoh pengamalan serta sikap dan perilaku yang sesuai dengan Sila-Sila Pancasila.Contoh Perilaku Pancasila Dalam Kehidupan Sehari-hari Bagi Siswa
15 Okt 2020 Sila kedua Kemanusiaan yang Adil dan Beradab. Sebutkan tiga sikap positif yang dapat ditunjukkan dalam kehidupan sehari-hari sesuai silaMEMAKNAI NILAI KEMANUSIAAN DALAM SILA KEDUA - BINUS
2 Mei 2020 Kemudian tampillah tiga orang pembicara yaitu Muhammad Yamin, Soepomo, Sila kedua pancasila yakni Kemanusiaan yang Adil dan Beradab
Makna Sila Kedua Pancasila Beserta Contoh Penerapannya dalam
27 Okt 2020 Kelima sila tersebut ialah Ketuhanan yang Maha Esa, Kemanusiaan yang adil dan beradab, Persatuan Indonesia, Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat sebutkan tiga contoh pengamalan sila ke-2 di sekolahsebutkan tiga contoh pengamalan sila ke-2 di sekolah
sebutkan akibat dari ketidakjujuran,sebutkan anggota panitia sembilan,sebutkan alat ukur panjang,sebutkan alat ukur massa,sebutkan alat ukur waktu,sebutkan alat musik tradisional,sebutkan air suci dan mensucikan,sebutkan arah gerak hewan,sebutkan ancaman di bidang politik,sebutkan aliran seni lukis,tiga asas pancasila,tiga anak bawang bandung,tiga a,tiga a jepang,tiga angka,tiga aspek dalam aikido,tiga ananda,tiga anak panah indonesia,tiga asas etika pancasila,tiga arga,contoh application letter,contoh artikel,contoh analisis swot,contoh abstrak,contoh artikel ilmiah,contoh akulturasi,contoh asimilasi,contoh anekdot,contoh adjective,contoh autobiografi,pengamalan al khabir,pengamalan al alim,pengamalan artinya,pengamalan al bashir,pengamalan al basir,pengamalan asmaul husna al matin,pengamalan asmaul husna al wakil,pengamalan asmaul husna,pengamalan asmaul husna al alim,pengamalan al karim,sila artinya,sila adalah,sila atau silakan,sila agama buddha,sila artinya apa,sila arti,sila agama,shila at sawangan,sila artinya dalam pancasila,sila acara atmanastuti,ke arah atau kearah,ke atas atau keatas,ke arah,ke ai mandarin,ke amerika berapa jam,ke amerika untuk vaksin,ke ai,ke airline,ke ai artinya,keap,2 akar 2,2 am,2 adalah,2 akar 3,2 agustus zodiak apa,2 am jam berapa,2 ampere berapa watt,2 april zodiak apa,2 akar 2 pangkat 2,2 akar 5,di atas atau diatas,di antara,di antara atau diantara,di antaranya atau diantaranya,di amerika sekarang jam berapa,di atas,di antaranya,di atas meja,di atas triliun,di atas meja chord,sekolah alam bogor,sekolah alam bekasi,sekolah alam cikeas,sekolah alam bandung,sekolah alam depok,sekolah alam,sekolah al azhar,sekolah avicenna,sekolah ananda bekasi,sekolah alexandria islamic school



Post a Comment for "17+ Sebutkan Tiga Contoh Pengamalan Sila Ke 2 Di Sekolah !!"