32+ Contoh Teks Deskripsi Corona !!
Informasi Tentang Virus Corona (Novel Coronavirus) - STOP
6 Mar 2020 Pada manusia biasanya menyebabkan penyakit infeksi saluran pernapasan, mulai flu biasa hingga penyakit yang serius seperti Middle East 1.Apakah Coronavirus dan COVID-19 itu?Coronavirus merupakan keluarga besar virus yang menyebabkan penyakit pada manusia dan hewan. Pada manusia biasanya menyebabkan penyakit infeksi saluran pernapasan, mulai flu biasa hingga penyakit yang serius seperti Middle East Respiratory Syndrome (MERS) dan Sindrom Pernafasan Akut Berat/ Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS). Coronavirus jenis baru yang ditemukan pada manusia sejak kejadian luar biasa muncul di Wuhan Cina, pada Desember 2019, kemudian diberi nama Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus 2 (SARS-COV2), dan menyebabkan penyakit Coronavirus Disease-2019 (COVID-19).2.Apakah COVID-19 sama seperti SARS?COVID-19 disebabkan oleh SARS-COV2 yang termasuk dalam keluarga besar coronavirus yang sama dengan penyebab SARS pada tahun 2003, hanya berbeda jenis virusnya. Gejalanya mirip dengan SARS, namun angka kematian SARS (9,6%) lebih tinggi dibanding COVID-19 (kurang dari 5%), walaupun jumlah kasus COVID-19 jauh lebih banyak dibanding SARS. COVID-19 juga memiliki penyebaran yang lebih luas dan cepat ke beberapa negara dibanding SARS.
3.Apa saja gejala COVID-19?Gejala umum berupa demam 380C, batuk kering, dan sesak napas. Jika ada orang yang dalam 14 hari sebelum muncul gejala tersebut pernah melakukan perjalanan ke negara terjangkit, atau pernah merawat/kontak erat dengan penderita COVID-19, maka terhadap orang tersebut akan dilakukan pemeriksaan laboratorium lebih lanjut untuk memastikan diagnosisnya. Daftar negara terjangkit dapat dipantau melalui http://infeksiemerging.kemkes.go.id.
4.Seberapa bahayanya COVID-19 ini?Seperti penyakit pernapasan lainnya, COVID-19 dapat menyebabkan gejala ringan termasuk pilek, sakit tenggorokan, batuk, dan demam. Sekitar 80% kasus dapat pulih tanpa perlu perawatan khusus. Sekitar 1 dari setiap 6 orang mungkin akan menderita sakit yang parah, seperti disertai pneumonia atau kesulitan bernafas, yang biasanya muncul secara bertahap. Walaupun angka kematian penyakit ini masih rendah (sekitar 3%), namun bagi orang yang berusia lanjut, dan orang-orang dengan kondisi medis yang sudah ada sebelumnya (seperti diabetes, tekanan darah tinggi dan penyakit jantung), mereka biasanya lebih rentan untuk menjadi sakit parah. Melihat perkembangan hingga saat ini, lebih dari 50% kasus konfirmasi telah dinyatakan membaik, dan angka kesembuhan akan terus meningkat.
5.Bagaimana manusia bisa terinfeksi COVID-19?Seseorang dapat terinfeksi dari penderita COVID-19. Penyakit ini dapat menyebar melalui tetesan kecil (droplet) dari hidung atau mulut pada saat batuk atau bersin. Droplet tersebut kemudian jatuh pada benda di sekitarnya. Kemudian jika ada orang lain menyentuh benda yang sudah terkontaminasi dengan droplet tersebut, lalu orang itu menyentuh mata, hidung atau mulut (segitiga wajah), maka orang itu dapat terinfeksi COVID19. Atau bisa juga seseorang terinfeksi COVID-19 ketika tanpa sengaja menghirup droplet dari penderita. Inilah sebabnya mengapa kita penting untuk menjaga jarak hingga kurang lebih satu meter dari orang yang sakit. Sampai saat ini, para ahli masih terus melakukan penyelidikan untuk menentukan sumber virus, jenis paparan, dan cara penularannya. Tetap pantau sumber informasi yang akurat dan resmi mengenai perkembangan penyakit ini.
6.Apakah COVID-19 dapat ditularkan dari orang yang tidak bergejala sakit?Cara penularan utama penyakit ini adalah melalui tetesan kecil (droplet) yang dikeluarkan pada saat seseorang batuk atau bersin. Saat ini WHO menilai bahwa risiko penularan dari seseorang yang tidak bergejala COVID19 sama sekali sangat kecil kemungkinannya. Namun, banyak orang yang teridentifikasi COVID-19 hanya mengalami gejala ringan seperti batuk ringan, atau tidak mengeluh sakit, yang mungkin terjadi pada tahap awal penyakit. Sampai saat ini, para ahli masih terus melakukan penyelidikan untuk menentukan periode penularan atau masa inkubasi COVID-19. Tetap pantau sumber informasi yang akurat dan resmi mengenai perkembangan penyakit ini.
7.Apakah virus penyebab COVID-19 dapat ditularkan melalui udara?Tidak. Hingga saat ini penelitian menyebutkan bahwa virus penyebab COVID-19 ditularkan melalui kontak dengan tetesan kecil (droplet) dari saluran pernapasan.
8.Bisakah manusia terinfeksi COVID-19 dari hewan?COVID-19 disebabkan oleh salah satu jenis virus dari keluarga besar Coronavirus, yang umumnya ditemukan pada hewan. Sampai saat ini sumber hewan penular COVID-19 belum diketahui, para ahli terus menyelidiki berbagai kemungkinan jenis hewan penularnya.
9.Bisakah hewan peliharaan menyebarkan COVID-19?Saat ini, belum ditemukan bukti bahwa hewan peliharaan seperti anjing atau kucing dapat terinfeksi virus COVID-19. Namun, akan jauh lebih baik untuk selalu mencuci tangan dengan sabun dan air setelah kontak dengan hewan peliharaan. Kebiasaan ini dapat melindungi Anda terhadap berbagai bakteri umum seperti E.coli dan Salmonella yang dapat berpindah antara hewan peliharaan dan manusia.
10.Berapa lama virus ini bertahan di permukaan benda?Sampai saat ini belum diketahui dengan pasti berapa lama COVID-19 mampu bertahan di permukaan suatu benda, meskipun studi awal menunjukkan bahwa COVID-19 dapat bertahan hingga beberapa jam, tergantung jenis permukaan, suhu, atau kelembaban lingkungan. Namun disinfektan sederhana dapat membunuh virus tersebut sehingga tidak mungkin menginfeksi orang lagi. Dan membiasakan cuci tangan dengan air dan sabun, atau hand-rub berbasis alkohol, serta hindari menyentuh mata, mulut atau hidung (segitiga wajah) lebih efektif melindungi diri Anda.
12.Apakah antibiotik efektif dalam mencegah dan mengobati COVID-19?Tidak, antibiotik hanya bekerja untuk melawan bakteri, bukan virus. Oleh karena COVID-19 disebabkan oleh virus, maka antibiotik tidak bisa digunakan sebagai sarana pencegahan atau pengobatan. Namun, jika Anda dirawat di rumah sakit dan didiagnosis COVID-19, Anda mungkin akan diberikan antibiotik, karena seringkali terjadi infeksi sekunder yang disebabkan bakteri.
13.Siapa saja yang berisiko terinfeksi COVID-19?Orang yang tinggal atau bepergian di daerah di mana virus COVID-19 bersirkulasi sangat mungkin berisiko terinfeksi. Mereka yang terinfeksi adalah orang-orang yang dalam 14 hari sebelum muncul gejala melakukan perjalanan dari negara terjangkit, atau yang kontak erat, seperti anggota keluarga, rekan kerja atau tenaga medis yang merawat pasien sebelum mereka tahu pasien tersebut terinfeksi COVID-19. Petugas kesehatan yang merawat pasien yang terinfeksi COVID-19 berisiko lebih tinggi dan harus konsisten melindungi diri mereka sendiri dengan prosedur pencegahan dan pengendalian infeksi yang tepat.
14.Manakah yang lebih rentan terinfeksi coronavirus, apakah orang yang lebih tua, atau orang yang lebih muda?Tidak ada batasan usia orang-orang dapat terinfeksi oleh coronavirus ini (COVID-19). Namun orang yang lebih tua, dan orang-orang dengan kondisi medis yang sudah ada sebelumnya (seperti asma, diabetes, penyakit jantung, atau tekanan darah tinggi) tampaknya lebih rentan untuk menderita sakit parah.
15.Bagaimana membedakan antara sakit akibat infeksi COVID-19, dengan influenza biasa?Orang yang terinfeksi COVID-19 dan influenza akan mengalami gejala infeksi saluran pernafasan yang sama, seperti demam, batuk dan pilek. Walaupun gejalanya sama, tapi penyebab virusnya berbeda-beda, sehingga kita sulit mengidentifikasi masing-masing penyakit tersebut. Pemeriksaan medis yang akurat disertai rujukan pemeriksaan laboratorium sangat diperlukan untuk mengonfirmasi apakah seseorang terinfeksi COVID-19. Bagi setiap orang yang menderita demam, batuk, dan sulit bernapas sangat direkomendasikan untuk segera mencari pengobatan, dan memberitahukan petugas kesehatan jika mereka telah melakukan perjalanan dari wilayah terjangkit dalam 14 hari sebelum muncul gejala, atau jika mereka telah melakukan kontak erat dengan seseorang yang sedang menderita gejala infeksi saluran pernafasan.
16. Berapa lama waktu yang diperlukan sejak tertular/terinfeksi hingga muncul gejala penyakit infeksi COVID-19?Waktu yang diperlukan sejak tertular/terinfeksi hingga muncul gejala disebut masa inkubasi. Saat ini masa inkubasi COVID-19 diperkirakan antara 1-14 hari, dan perkiraan ini dapat berubah sewaktu-waktu sesuai perkembangan kasus.
17. Amankah jika kita menerima paket barang dari Cina atau negara lain yang melaporkan virus ini?Ya, aman. Orang yang menerima paket tidak berisiko tertular virus COVID19. Dari pengalaman dengan coronavirus lain, kita tahu bahwa jenis virus ini tidak bertahan lama pada benda mati, seperti surat atau paket.
18.Apakah sudah ada pembatasan untuk bepergian ke Cina dan negara terjangkit lainnya?Sejak 5 Februari 2020, Indonesia telah memberlakukan pembatasan perjalanan ke Cina berupa penghentian sementara penerbangan dari dan ke Cina. Pada tanggal 5 Maret 2020, Indonesia juga memberlakukan pelarangan transit atau masuk ke Indonesia bagi pelaku perjalanan yang dalam 14 hari sebelumnya datang dari wilayah berikut: Iran : Tehran, Qom, Gilan Italia : Wilayah Lombardi, Veneto, Emilia Romagna, Marche dan Piedmont Korea Selatan : Kota Daegu dan Propinsi Gyeongsangbuk-do.
19.Berapa banyak orang yang telah terinfeksi oleh COVID-19 dan negara mana saja yang sudah ada kasusnya?WHO secara ketat memantau situasi terkini dan secara teratur menerbitkan informasi tentang penyakit ini. Informasi lebih lanjut mengenai penyakit ini dapat dilihat melalui: https://www.who.int/emergencies/diseases/novel-coronavirus-2019 atau http://infeksiemerging.kemkes.go.id/category/situasi-infeksiemerging/info-corona-virus/
21.Apakah saya harus selalu menggunakan masker?Pemakaian masker hanya bagi orang yang memiliki gejala infeksi pernapasan (batuk atau bersin), mencurigai infeksi COVID-19 dengan gejala ringan, mereka yang merawat orang yang bergejala seperti demam dan batuk, dan para petugas kesehatan. Cara yang paling efektif untuk melindungi diri dan orang lain dari penularan COVID-19 adalah mencuci tangan secara teratur, tutup mulut saat batuk dengan lipatan siku atau tisu, dan jaga jarak minimal satu meter dari orang yang bersin atau batuk.
22.Haruskah saya khawatir terhadap penyakit COVID-19 ini?Jika Anda tidak berada di wilayah terjangkit COVID-19, atau jika Anda tidak melakukan perjalanan dari salah satu wilayah tersebut, atau tidak melakukan kontak dekat dengan seseorang yang memiliki gejala COVID-19 atau merasa kurang sehat, kecil kemungkinan Anda untuk tertular COVID19. Namun, dapat dimengerti bahwa Anda mungkin merasa stres dan cemas tentang situasi yang terjadi saat ini. Tetaplah tenang dan jangan panik. Carilah informasi yang benar dan akurat tentang perkembangan COVID-19 agar Anda mengetahui situasi wilayah Anda dan Anda dapat mengambil tindakan pencegahan yang wajar. Jika Anda berada di wilayah terjangkit COVID-19, Anda harus serius menghadapi risiko tersebut. Selalu jaga kesehatan dan perhatikan informasi dan saran dari pihak kesehatan yang berwenang.
23.Dalam kondisi sudah ada kasus di Indonesia, apakah aman bagi saya untuk bepergian?Tentu saja aman, namun tetap memperhatikan kesehatan dan kebersihan diri. Pakailah masker jika Anda kurang sehat atau berada di kerumunan, selalu cuci tangan setelah memegang benda atau berjabat tangan.
24.Saya akan bepergian ke luar negeri untuk sesuatu yang mendesak, apakah saya dapat memperoleh Surat Keterangan Bebas COVID-19? Dimana?Untuk kondisi saat ini, seseorang belum bisa diberikan surat keterangan bebas COVID-19, karena kita tidak pernah tahu apakah dia pernah kontak dengan orang yang sakit COVID-19.
25.Bagaimana situasi terkini di Indonesia?Apakah sudah ada kasus konfirmasi COVID-19?Situasi perkembangan penyakit COVID-19 di Indonesia dapat dipantau melalui laman website http://infeksiemerging.kemkes.go.id
26.Dimanakah saya bisa mendapatkan media edukasi dan informasi serta situasi perkembangan COVID-19?Informasi tentang media KIE atau situasi perkembangan COVID-19, dapat diakses melalui:
Pneumonia, pengobatan pneumonia, pencegahan pneumonia, Gejala Pneumonia, Pneumonia, Pneumonia pada anak, Pneumonia di indonesia, Penderita Pneumonia, Coronavirus (COVID-19), pencegahan covid 19,Imunisasi, ASI, MPASI, ASI Ekslusif, CTPS, Cuci Tangan Pakai Sabun, STOP Merokok, IDAI, FKUI-RSCM, KEMENKES, Save the Children, Harimawan Latif
Pengertian, Ciri-ciri, Struktur, dan Contoh Teks Deskripsi - Bola.com
29 Jul 2020 Itulah gambaran atau pengertian teks deskripsi secara umum. Adapun untuk lebih detailnya, berikut ini ciri-ciri, tujuan, struktur hingga contohInformasi Tentang Virus Corona (Covid-19) - Tubankab
Informasi yang akurat mengenai pengetahuan covid 19 dan cara mengantisipasinya. SELENGKAPNYA. Apa yang Perlu Dilakukan Bila Sakit? Gejala utama infeksi virus
Ini Contoh Teks Laporan Hasil Observasi yang Benar - Yahoo Berita
26 Agu 2021 Contoh teks laporan hasil observasi mirip dengan teksdeskripsi, Laporan dari corona.jakarta.go.id, COVID-19 adalah virus yang dapatAsal Mula dan Penyebaran Virus Corona dari Wuhan ke Seluruh
Virus corona jenis baru yang tengah menyerang masyarakat dunia saat ini dalam istilah kedokteran disebut sebagai 2019 Novel Coronavirus (2019-nCoV). Dikutip
Karangan dan Cerita tentang Liburan di Masa Pandemi COVID-19
14 Jan 2021 1. Contoh Cerita Selama Libur Sekolah karena Corona. Dikutip dari buku 'Taman Literasi Masa Pandemi' dari tulisan Wahyu Aditya kelas 9B denganArtikel Kesehatan - Mengenal Covid 19
COVID-19 adalah penyakit menular yang disebabkan oleh jenis virus corona yang baru ditemukan. Virus ini adalah virus baru dan penyakit yang tidak dikenal
5 Contoh Teks Eksposisi dan Struktur Teksnya - Blibli Friends
31 Agu 2021 Mulai dari teks deskripsi, narasi, eksplanasi, eksposisi, dan masih banyak lagi yang lainnya. Di sini, kita hanya akan membahas tentang teksMengenal Protokol Kesehatan 5M untuk Cegah COVID-19 - Halodoc
4 hari yang lalu Halodoc, Jakarta - Meski sudah lebih dari satu tahun, pandemi virus corona masih terus menyerang penduduk dunia tanpa henti.
Coronavirus - Penyebab, Gejala, dan Pencegahan - Halodoc
Coronavirus atau disebut juga dengan virus corona merupakan keluarga besar virus yang mengakibatkan terjadinya infeksi saluran pernapasan atas ringan hingga contoh teks deskripsi tentang corona beserta strukturnyacontoh teks deskripsi corona
contoh application letter,contoh artikel,contoh analisis swot,contoh abstrak,contoh artikel ilmiah,contoh akulturasi,contoh asimilasi,contoh anekdot,contoh adjective,contoh autobiografi,teks anekdot,teks argumentasi,teks anekdot adalah,teks anekdot singkat,teks adalah,teks adzan,teks analytical exposition,teks anekdot contoh,teks aesthetic,teks aqidatul awam,deskripsi adalah,deskripsi alat,deskripsi adalah dan contohnya,deskripsi artinya,deskripsi angklung,deskripsi ayam,deskripsi anjing,deskripsi atau diskripsi,deskripsi adat istiadat temanku,deskripsi adat istiadat keluargaku,corona amerika,corona adalah,corona australia,corona america,corona amerika serikat,corona artinya,corona absolute,corona alpha,corona anak,corona airborne




Post a Comment for "32+ Contoh Teks Deskripsi Corona !!"