44+ 1 Contoh Pengamalan Sila Ke 3 Di Lingkungan Sekolah Yaitu !!
Contoh Pengamalan Nilai Sila ke-3 Pancasila: Persatuan Indonesia
1. Ketuhanan Yang Maha Esa 2. Kemanusiaan yang adil dan beradab 3. Persatuan Indonesia 4. Kerakyatan Yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam Browser yang digunakan merupakan versi lama dan sudah tidak didukung lagi. Kami menyarankan Anda mengupdate browser Anda untuk pengalaman yang lebih baik.Tanpa adanya dasar negara, bangsa Indonesia tidak memiliki identitas serta arah tujuan yang sama, sehingga ancaman perpecahan akan lebih mudah terjadi.
Dikutip dari Buku Garuda di Dadaku Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Paket A setara SD/MI Tingkatan II, nilai yang terkandung dalam sila persatuan Indonesia adalah usaha ke arah bersatu untuk membina nasionalisme dalam negara Indonesia.
Keberagaman bangsa Indonesia dijadikan sebagai pendorong menuju arah bersatu sesuai dengan semboyan bhinneka Tunggal Ika yaitu berbedabeda tetapi tetap satu jua.
a. Menanamkan jiwa dan semangat patriotisme serta cinta tanah air bagi seluruh anggota keluarga. Misalnya dengan membiasakan mengonsumsi produk-produk lokal buatan Indonesia
28 Contoh Sikap Penerapan Pancasila Sila 1 Sampai 5, Ajarkan Si
8 Agu 2021 Makna sila pertama Pancasila yaitu setiap warga negara bersikap berdasar sifat ketuhanan. Contoh pengamalan sila ke-1 di rumah dan di sekolah Pancasila sebagai dasar negara Republik Indonesia seyogianya dijadikan pedoman dalam berperilaku dalam kehidupan sehari-hari. Anak-anak pun perlu dikenalkan sedini mungkin tentang nilai-nilai Pancasila.Dikutip dari Buku Ajar Mata Pelajaran Sekolah Dasar PKN dan Pancasila oleh Ni Putu Candra Prastya Dewi, M Pd, berikut contoh sikap pancasila sila 1 sampai 5.
Sila Pancasila pertama berbunyi Ketuhanan yang Maha Esa. Makna sila pertama Pancasila yaitu setiap warga negara bersikap berdasar sifat ketuhanan.
Sila Pancasila kedua berbunyi Kemanusiaan yang Adil dan Beradab. Makna sila kedua Pancasila yaitu mengakui bahwa kedudukan setiap warga negara adalah sama.
Sila ketiga Pancasila berbunyi Persatuan Indonesia. Makna sila ketiga Pancasila yaitu menyatunya bangsa Indonesia dari berbagai sendi kehidupan, yaitu politik, sosial, budaya, ekonomi, pertahanan, dan keamanan. Tujuan persatuan Indonesia adalah menumbuhkan rasa bersatu warga negara yang memiliki beragam adat dan budaya.
Pengamalan Nilai-nilai Pancasila Dalam Kehidupan Sehari-hari
Butir Pengamalan Sila Ke-1 dalam TAP MPR Nomor I/MPR/2003 Berikut adalah beberapa contoh praktik pengamalan nilai ketuhanan tersebut: Pengamalan Nilai-nilai Pancasila dalam Kehidupan Sehari-hari Sebagai ideologi bangsa, Pancasila terdiri dari seperangkat nilai dan norma yang seyogyanya terinternalisasi dalam diri setiap rakyat Indonesia. Ya, Pancasila adalah ruh yang menggerakkan aktivitas keseharian bangsa. Karena itulah pengamalan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan kita sehari-hari menjadi sebuah urgensi.Mengapa demikian? Pancasila dirumuskan oleh para Founding Fathers negara Indonesia dengan memeras sari pati nilai-nilai luhur yang telah sejak dulu membudaya di nusantara. Nilai-nilai luhur tersebut telah tumbuh dan berkembang di tengah masyarakat, bahkan jauh sebelum Republik Indonesia berdiri.
Dalam konteks kedudukannya sebagai dasar negara, Pancasila sejatinya adalah identitas bangsa Indonesia. Kehadirannya membuat bangsa ini utuh. Karena tanpa dasar negara, bangsa Indonesia tidak memiliki identitas serta arah tujuan yang sama, sehingga ancaman perpecahan akan lebih mudah terjadi.
Nilai ini terkandung pada sila pertama Pancasila yang berbunyi, Ketuhanan Yang Maha Esa. Nilai ketuhanan pada sila pertama tersebut mengandung dua nilai turunan, yaitu nilai kepercayaan dan nilai ketakwaan.
Nilai kepercayaan diwujudkan dalam bentuk keyakinan dan pengakuan terhadap adanya Tuhan Yang Maha Esa. Dalam konteks kenegaraan, keyakinan tersebut diwujudkan dengan adanya enam agama yang secara resmi diakui oleh pemerintah, yaitu Islam, Katolik, Protestan, Hindu, Budha, dan Konghucu.
Sementara nilai ketakwaan bermakna kebebasan bagi setiap warga negara untuk beribadah sesuai agama yang diyakininya tersebut. Hal ini sesuai amanah UUD 1945, terutama Pasal 28E Ayat 1 yang berbunyi Setiap warga negara bebas memeluk agama dan beribadah sesuai agamanya.
Untuk membantu memahami nilai ketuhanan tersebut, terdapat butir-butir sila pertama sebagai penjelas bagi masyarakat. Menurut TAP MPR Nomor I/MPR/2003, berikut ini adalah butir-butir pengamalan sila pertama Pancasila:
Dengan tuntunan butir-butir tersebut, masyarakat diharapkan makin mudah untuk mengamalkan sila pertama dimanapun mereka berada. Berikut adalah beberapa contoh praktik pengamalan nilai ketuhanan tersebut:
a. Membiasakan keluarga untuk menjalankan kewajiban ibadah dengan rajin, seperti, salat lima waktu atau beribadah ke gerejab. Membiasakan berdoa tiap sebelum dan setelah melakukan aktivitas, misal, saat makan, tidur, atau bepergianc. Menghormati orang tua serta menaati nasihat dan perintahnya
a. Saling menghormati antar tetangga walaupun berbeda keyakinanb. Memperkuat toleransi di antara para pemeluk agama dengan cara memberikan kesempatan untuk menjalankan ibadah masing-masingc. Memperlakukan tetangga dengan baik, misalnya dengan saling berbagi oleh-oleh, makanan, atau hadiah
a. Menganggap semua teman sama meskipun berbeda-beda agamanyab. Saling menghormati dan bertoleransi antar teman dengan keyakinan yang berbedac. Bergaul dengan positif dan produktif, misalnya, saling mendukung untuk mencapai kesuksesan, saling membantu, juga bermain dan belajar bersam
Nilai ini termaktub dalam sila kedua Pancasila, Kemanusiaan yang Adil dan Beradab. Adanya nilai tersebut mengandung makna bahwa kemanusiaan haruslah diutamakan dalam aktivitas keseharian masyarakat Indonesia.
Terlebih lagi negeri ini berdiri di atas berbagai macam perbedaan, seperti yang tersurat dalam semboyan negara Indonesia, Bhinneka Tunggal Ika. Nilai kemanusiaan menjamin kita untuk memperlakukan sesama manusia dengan adil tanpa membedakan suku, ras, golongan, dan agama.
Dalam konteks negara, Indonesia juga menjamin seluruh warga negaranya memiliki kesamaan kedudukan dalam hukum dan pemerintahan. Jaminan ini sebagaimana tercantum dalam Pasal 27 Ayat 1 UUD 1945.
Pasal tersebut berbunyi, Segala warga negara bersamaan kedudukannya dalam hukum dan pemerintahan, dan wajib menjunjung hukum dan pemerintahan itu dengan tidak ada kecualinya.
Nilai kemanusiaan juga menjamin setiap manusia memiliki persamaan derajat. Hal ini seperti tercantum dalam makna sila kedua menurut Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, yaitu menghargai dan menghormati antar sesama manusia serta memiliki persamaan derajat.Secara lebih mendetail, pengamalan sila kedua dijabarkan dalam butir-butir sesuai TAP MPR Nomor I/MPR/2003, sebagai berikut:
a. Menghormati, menghargai, dan menyayangi orang tua serta saudarab. Membantu orang tua mengerjakan pekerjaan rumahc. Mendengarkan nasihat dan mematuhi perintah orang tuad. Tidak semena-mena terhadap orang tua dan sesama saudarae. Memiliki sikap tenggang rasa dan menjaga kerukunan di dalam rumah
a. Menghormati tetangga tanpa membedakan suku, agama, ras, dan golonganb. Menjaga kerukunan antar tetanggac. Menolong tetangga yang membutuhkan bantuand. Menjaga norma kesopanan di lingkungan tetanggae. Melaksanakan kewajiban sesuai peraturan yang disepakati di lingkungan masyarakat, misalnya, menjaga kebersihan lingkungan dengan ikut kerja baktif. Tidak main hakim sendirig. Mengambil keputusan untuk kepentingan masyarakat dengan jalan musyawarah.
a. Memperlakukan sesama teman dengan baik tanpa membedakan suku, ras, agama, dan golonganb. Menghormati guruc. Menghargai temand. Membantu guru dan teman yang mengalami kesulitan.
Sila ketiga Pancasila, Persatuan Indonesia, mengandung nilai persatuan ini. Maknanya adalah bahwa seluruh warga negara Indonesia harus bersatu tanpa memandang perbedaan suku, bahasa, agama, dan latar belakang budaya lainnya.
Menurut Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, nilai persatuan salah satunya dapat diwujudkan dengan cara memiliki jiwa nasionalisme yang tinggi. Nasionalisme sendiri berarti rasa cinta terhadap tanah air Indonesia.
a. Menanamkan jiwa dan semangat patriotisme serta cinta tanah air bagi seluruh anggota keluarga. Misalnya dengan membiasakan mengonsumsi produk-produk lokal buatan Indonesiab. Mengajarkan kepada anggota keluarga untuk menjaga nama baik Indonesiac. Menumbuhkan sikap saling menghormati, menyayangi, dan menghargai di antara anggota keluarga.
a. Saling bekerja sama dan menghormati antar tetangga tanpa membedakan suku, agama, ras, dan golonganb. Mengutamakan kepentingan masyarakat di atas kepentingan pribadi atau keluargac. Tidak memaksakan keinginan kita kepada orang laind. Menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan masyarakate. Di tengah lingkungan yang majemuk dengan berbagai latar belakang budaya, bahasa Indonesia digunakan sebagai bahasa pergaulan.
a. Berteman tanpa memandang status sosial ekonomi, agama, suku, ras, dan golonganb. Menjaga kerukunan dan toleransi di antara teman dan guruc. Membantu teman yang kesusahan dengan tulus ikhlasd. Mengutamakan persatuan dan kesatuan di lingkungan sekolah.
Nilai kerakyatan terkandung pada sila keempat Pancasila, Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan. Nilai tersebut bermakna kekuasaan tertinggi ada di tangan rakyat.
Nilai kerakyatan terkait erat dengan pemerintahan di Indonesia yang menerapkan sistem demokrasi, yaitu, pemerintahan dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat. Selain nilai tersebut, sila keempat juga bermakna pengambilan keputusan dari pendapat-pendapat yang berbeda diutamakan melalui mekanisme musyawarah.
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan pun membedah makna sila keempat sebagai berikut: Kata hikmat kebijaksanaan diartikan sebagai penggunaan akal sehat dalam melakukan segala sesuatu Permusyawaratan dimaknai sebagai musyawarah untuk mengambil keputusan dan mencapai mufakat Perwakilan mengacu kepada sistem yang dianut, yaitu perwakilan rakyat.
Nilai kerakyatan ini hendaknya dapat tertanam dalam diri setiap rakyat Indonesia, serta dapat diterapkan di mana pun. Berikut contoh penerapan nilai kerakyatan dalam sila keempat tersebut:
a. Anak mendengarkan dan menuruti nasihat orang tuab. Orang tua mau mendengarkan dan menerima saran dari anakc. Menghargai dan melaksanakan keputusan.
a. Mengikuti pemilihan kepala daerah, baik dari tingkat provinsi, kabupaten, hingga RT dan RWb. Aktif mengikuti kegiatan musyawarah warga dan memberikan pendapatc. Melaksanakan keputusan hasil musyawarah.
a. Aktif mengikuti organisasi kesiswaanb. Mengambil keputusan untuk kepentingan bersama lewat jalan musyawarahc. Mendengarkan pendapat guru dan temand. Tidak memaksakan pendapat dan kehendak kepada teman.
Nilai keadilan tercermin dalam sila kelima Pancasila, Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia. Makna nilai tersebut adalah setiap masyarakat Indonesia memiliki hak yang sama untuk mendapatkan kesejahteraan.
Mewujudkan rakyat yang sejahtera tanpa kesenjangan ekonomi, sosial, budaya, juga politik, merupakan tujuan dari bangsa Indonesia. Dengan demikian nilai keadilan dapat diwujudkan.
Sementara itu, mewujudkan kemakmuran rakyat juga merupakan amanah dari Undang-Undang Dasar 1945. Hal tersebut tersurat dalam Pasal 33 Ayat 3 yang berbunyi:
a. Menjalankan kewajiban dan mendapatkan hak sesuai peranan masing-masing anggota keluargab. Saling membantu dan mendukung antar anggota keluargac. Menghormati hak masing-masing anggota keluarga.
a. Melaksanakan kewajiban dan mendapatkan hak sebagai warga masyarakatb. Membantu tetangga yang membutuhkan tanpa melihat status sosialc. Mengesampingkan kepentingan pribadi dan mengutamakan kepentingan masyarakat.
Demikianlah praktik pengamalan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Karena Pancasila merupakan kristalisasi dari nilai-nilai luhur bangsa, menerapkannya tentu akan membawa manfaat bagi kita. Karenanya, mari mulai mengamalkannya sekarang juga!
ePerpus adalah layanan perpustakaan digital masa kini yang mengusung konsep B2B. Kami hadir untuk memudahkan dalam mengelola perpustakaan digital Anda. Klien B2B Perpustakaan digital kami meliputi sekolah, universitas, korporat, sampai tempat ibadah.

Contoh Sikap yang Mencerminkan Sila Ke-3 di Lingkungan Keluarga
23 Agu 2020 Kekompakan siswa dalam memilih ketua kelas dan menghargai ketua kelas yang terpilih merupakan contoh pengamalan sila ke-3 yakni persatuanPengamalan Sila Ke 3 Pancasila di Sekolah - YouTube
Materi ini terutama sering muncul dalam pembelajaran tematik di SD dan SMP. Contoh pengamalan sila ke 3
Contoh Pengamalan Pancasila dalam Kehidupan Sehari-Hari
3 Feb 2021 Menghindari dan menolak adanya bullying di sekolah maupun media sosial. Sila 3 Pancasila. Bedasarkan sila Persatuan Indonesia, maka tingkah lakuNama - SMA NEGERI 1 CEPER
Bermusyawarah dan berdiskusi merupakan contoh pengamalan sila ke 4. Ini bisa dilakukan ketika kamu berada di sekolah dan berdiskusi dengan teman untuk
ABSTRAK Sikap Siswa Antar Suku terhadap Pengamalan Sila Ke-2
suku terhadap pengamalan sila ke-2 Pancasila di SMP Negeri 1 Rajabasa 66) ketiga komponen tersebut yaitu. 1. Komponen kognitif adalah.Untitled - Repositori Kemdikbud
Kegiatan pembelajaran yang ada di buku siswa lebih merupakan contoh Pancasila dan memberikan contoh pengamalan sila ketiga Pancasila.
Wujud Pengamalan Nilai Pancasila Di Lingkungan Sekolah
Oleh Felisitas M. Diut, S.Pd Pada tanggal 1 Juni 1945 ditetapkan sebagai hari lahirnya pancasila kerena pada tang. 1 contoh pengamalan sila ke-3 di lingkungan sekolah yaitu1 contoh pengamalan sila ke-3 di lingkungan sekolah yaitu
1 abad berapa tahun,1 aud to idr,1 are berapa meter,1 ampere berapa watt,1 amin 2 iman,1 abad,1 am,1 aud berapa rupiah,1 agustus zodiak apa,1 atm berapa pa,contoh application letter,contoh artikel,contoh analisis swot,contoh akulturasi,contoh abstrak,contoh asimilasi,contoh artikel ilmiah,contoh anekdot,contoh adjective,contoh autobiografi,pengamalan al khabir,pengamalan al alim,pengamalan artinya,pengamalan al bashir,pengamalan al basir,pengamalan asmaul husna al matin,pengamalan asmaul husna al wakil,pengamalan asmaul husna,pengamalan asmaul husna al alim,pengamalan al karim,sila artinya,sila adalah,sila atau silakan,sila agama buddha,sila artinya apa,sila arti,sila agama,shila at sawangan,sila artinya dalam pancasila,sila acara atmanastuti,ke arah atau kearah,ke atas atau keatas,ke arah,ke ai mandarin,ke amerika berapa jam,ke amerika untuk vaksin,ke ai,ke airline,ke ai artinya,keap,3 artinya,3 am,3 akar 2,3 agustus zodiak apa,3 akar 2 pangkat 2,3 akar 3,3 ayat terakhir al baqarah,3 artinya emoticon,3 am et to wib,3 april zodiak apa,di atas atau diatas,di antara,di antara atau diantara,di antaranya atau diantaranya,di amerika sekarang jam berapa,di atas,di antaranya,di atas meja,di atas triliun,di atas meja chord,lingkungan abiotik adalah,lingkungan adalah,lingkungan alam,lingkungan abiotik,lingkungan alam dan buatan,lingkungan alami adalah,lingkungan abiotik terdiri atas,lingkungan asri,lingkungan abiotik adalah dan contohnya,lingkungan artinya,sekolah alam bogor,sekolah alam,sekolah alam bekasi,sekolah alam cikeas,sekolah alam bandung,sekolah alam depok,sekolah al azhar,sekolah avicenna,sekolah ananda bekasi,sekolah alexandria islamic school,yaitu atau yaitu,yaitu adalah,yaitu adalah konjungsi,yaitu atau yakni,yaitu antara lain,yaitu atau adalah,yaitu atau iaitu,sifat asam yaitu,glory artinya yaitu,istiqomah artinya yaitu




Post a Comment for "44+ 1 Contoh Pengamalan Sila Ke 3 Di Lingkungan Sekolah Yaitu !!"