Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

17+ Sebutkan 3 Contoh Pengamalan Sila Ke 2 Di Masyarakat !!


Ini Contoh Pengamalan Pancasila di Kehidupan Sehari-hari

3 Nov 2020 1. Ketuhanan Yang Maha Esa ‚ 2. Kemanusiaan yang adil dan beradab ‚ 3. Persatuan Indonesia ‚ 4. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan‚  KOMPAS.com - Setiap warga negara Indonesia harus hafal dengan lima sila pada Pancasila. Sebab, Pancasila adalah dasar negara dan alat pemersatu bangsa.



Bagi siswa SD dan SMP apakah sudah menghafal semua sila? Tentu harus hafal. Tetapi, menghafal saja tidak cukup. Sebab, yang penting ialah memahami lima sila itu dan mengamalkannya.

Melansir akun Instagram Pusat Penguatan Karakter Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI, berikut ini contoh pengamalan lima sila pada Pancasila.

Tapi, kira-kira sikap seperti apa ya yang merupakan contoh pengamalan Pancasila? Berikut ini contoh penerapan atau pengamalan Pancasila di kehidupan sehari-hari:

Contohnya, jika kamu punya teman yang tidak mempunyai buku pelajaran karena dari keluarga kurang mampu, maka kamu bisa meminjamkan atau malah memberikan buku kepada temanmu itu.

Melaksanakan piket kelas dan bekerja sama merupakan pengamalan sila ke 5. Jadi, kalau kamu dapat jatah piket kelas ya harus dijalankan.

KG Media dapat menggunakan data dirimu untuk proses verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau jika kami menemukan aktivitas mencurigakan.


1PA12 GUNADARMA: TUGAS ILMU BUDAYA DASAR 3#

Contoh Pengamalan Sila ke-2 Pancasila | kumparan.com

8 Des 2020 Berteman dengan siapa saja tanpa membedakan latar belakang. Mengakui serta menghargai hak dan kewajiban orang lain. Bersikap adil tanpa‚ 

Buku PPKn A-5_Pancasila Rumah Kita.indd - eModul

Setelah melaksanakan tugas mandiri 3 ini, warga belajar diharapkan dapat menyebut- kan contoh sikap pengamalan nilai-nilai yang terkandung dalam sila Pancasila‚  %PDF-1.6%464 0 obj>streamhLAk0€L¥!Bgo"„mE’‡[5HX«[$vHŽx%g`c‡’;Dj¥lR.«‘=7† GGi–%N:TˆDSet‘d|>G€R @8“Ÿl|¤3[@[sfMW37lL,lž  ŒC@endstreamendobj465 0 obj>streamhŒŽ0E?BZKUF–ªbC•ˆ Zž$N™b:%( Hƒ8€&2pšmoršaOma9S."n:“"`.E‘eŸ"yŸ£œ§Ph.R{¦¨,E¬{b5£“rs«eOŒwtrYP¦=!/¢7©#5lc¤uK/ª›H–v&4™b¢‡1 nt]:"Œ$dq(%œA’b!N«u„\3|¡Ši{W«Žz9©¬/ ^­#at«cy>C¨œ‚!¦oZu:%‹Š*/mh–U¢_ª ªj3F”{’xƒ £¨Clx_v…Œ›3xhv@rk=G$€f&A=‚@CSŒ$N/l„y  ;Rp2y=¢Ÿ3“š‘]¢j—…–z¢Ÿªn`œWPff†x8kŽf‡'†n—„`‹xŒD!!¡uPZ”`\š¡’«Bi…r6pmlYš(!ƒpeXM¡Rjy¤Ryi'{+#28gŒŒ†u€;RB&_|Y&]YwT$¨f6c‘2H€A¡M>š”"‘v™¦E–/=¬


BLOG Pribadi Irna: Makna Nilai-Nilai setiap Sila Pancasila

Pengamalan Nilai-nilai Pancasila Dalam Kehidupan Sehari-hari

Untuk membantu memahami nilai ketuhanan tersebut, terdapat butir-butir sila pertama sebagai penjelas bagi masyarakat. Menurut TAP MPR Nomor I/MPR/2003, berikut‚  Pengamalan Nilai-nilai Pancasila dalam Kehidupan Sehari-hari Sebagai ideologi bangsa, Pancasila terdiri dari seperangkat nilai dan norma yang seyogyanya terinternalisasi dalam diri setiap rakyat Indonesia. Ya, Pancasila adalah ruh yang menggerakkan aktivitas keseharian bangsa. Karena itulah pengamalan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan kita sehari-hari menjadi sebuah urgensi.

Mengapa demikian? Pancasila dirumuskan oleh para Founding Fathers negara Indonesia dengan memeras sari pati nilai-nilai luhur yang telah sejak dulu membudaya di nusantara. Nilai-nilai luhur tersebut telah tumbuh dan berkembang di tengah masyarakat, bahkan jauh sebelum Republik Indonesia berdiri.

Dalam konteks kedudukannya sebagai dasar negara, Pancasila sejatinya adalah identitas bangsa Indonesia. Kehadirannya membuat bangsa ini utuh. Karena tanpa dasar negara, bangsa Indonesia tidak memiliki identitas serta arah tujuan yang sama, sehingga ancaman perpecahan akan lebih mudah terjadi.

Nilai ini terkandung pada sila pertama Pancasila yang berbunyi, Ketuhanan Yang Maha Esa. Nilai ketuhanan pada sila pertama tersebut mengandung dua nilai turunan, yaitu nilai kepercayaan dan nilai ketakwaan.

Nilai kepercayaan diwujudkan dalam bentuk keyakinan dan pengakuan terhadap adanya Tuhan Yang Maha Esa. Dalam konteks kenegaraan, keyakinan tersebut diwujudkan dengan adanya enam agama yang secara resmi diakui oleh pemerintah, yaitu Islam, Katolik, Protestan, Hindu, Budha, dan Konghucu.

Sementara nilai ketakwaan bermakna kebebasan bagi setiap warga negara untuk beribadah sesuai agama yang diyakininya tersebut. Hal ini sesuai amanah UUD 1945, terutama Pasal 28E Ayat 1 yang berbunyi Setiap warga negara bebas memeluk agama dan beribadah sesuai agamanya.

Untuk membantu memahami nilai ketuhanan tersebut, terdapat butir-butir sila pertama sebagai penjelas bagi masyarakat. Menurut TAP MPR Nomor I/MPR/2003, berikut ini adalah butir-butir pengamalan sila pertama Pancasila:

Dengan tuntunan butir-butir tersebut, masyarakat diharapkan makin mudah untuk mengamalkan sila pertama dimanapun mereka berada. Berikut adalah beberapa contoh praktik pengamalan nilai ketuhanan tersebut:

a. Membiasakan keluarga untuk menjalankan kewajiban ibadah dengan rajin, seperti, salat lima waktu atau beribadah ke gerejab. Membiasakan berdoa tiap sebelum dan setelah melakukan aktivitas, misal, saat makan, tidur, atau bepergianc. Menghormati orang tua serta menaati nasihat dan perintahnya

a. Saling menghormati antar tetangga walaupun berbeda keyakinanb. Memperkuat toleransi di antara para pemeluk agama dengan cara memberikan kesempatan untuk menjalankan ibadah masing-masingc. Memperlakukan tetangga dengan baik, misalnya dengan saling berbagi oleh-oleh, makanan, atau hadiah

a. Menganggap semua teman sama meskipun berbeda-beda agamanyab. Saling menghormati dan bertoleransi antar teman dengan keyakinan yang berbedac. Bergaul dengan positif dan produktif, misalnya, saling mendukung untuk mencapai kesuksesan, saling membantu, juga bermain dan belajar bersam

Nilai ini termaktub dalam sila kedua Pancasila, Kemanusiaan yang Adil dan Beradab. Adanya nilai tersebut mengandung makna bahwa kemanusiaan haruslah diutamakan dalam aktivitas keseharian masyarakat Indonesia.

Terlebih lagi negeri ini berdiri di atas berbagai macam perbedaan, seperti yang tersurat dalam semboyan negara Indonesia, Bhinneka Tunggal Ika. Nilai kemanusiaan menjamin kita untuk memperlakukan sesama manusia dengan adil tanpa membedakan suku, ras, golongan, dan agama.

Dalam konteks negara, Indonesia juga menjamin seluruh warga negaranya memiliki kesamaan kedudukan dalam hukum dan pemerintahan. Jaminan ini sebagaimana tercantum dalam Pasal 27 Ayat 1 UUD 1945.

Pasal tersebut berbunyi, Segala warga negara bersamaan kedudukannya dalam hukum dan pemerintahan, dan wajib menjunjung hukum dan pemerintahan itu dengan tidak ada kecualinya.

Nilai kemanusiaan juga menjamin setiap manusia memiliki persamaan derajat. Hal ini seperti tercantum dalam makna sila kedua menurut Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, yaitu menghargai dan menghormati antar sesama manusia serta memiliki persamaan derajat.Secara lebih mendetail, pengamalan sila kedua dijabarkan dalam butir-butir sesuai TAP MPR Nomor I/MPR/2003, sebagai berikut:

a. Menghormati, menghargai, dan menyayangi orang tua serta saudarab. Membantu orang tua mengerjakan pekerjaan rumahc. Mendengarkan nasihat dan mematuhi perintah orang tuad. Tidak semena-mena terhadap orang tua dan sesama saudarae. Memiliki sikap tenggang rasa dan menjaga kerukunan di dalam rumah

a. Menghormati tetangga tanpa membedakan suku, agama, ras, dan golonganb. Menjaga kerukunan antar tetanggac. Menolong tetangga yang membutuhkan bantuand. Menjaga norma kesopanan di lingkungan tetanggae. Melaksanakan kewajiban sesuai peraturan yang disepakati di lingkungan masyarakat, misalnya, menjaga kebersihan lingkungan dengan ikut kerja baktif. Tidak main hakim sendirig. Mengambil keputusan untuk kepentingan masyarakat dengan jalan musyawarah.

a. Memperlakukan sesama teman dengan baik tanpa membedakan suku, ras, agama, dan golonganb. Menghormati guruc. Menghargai temand. Membantu guru dan teman yang mengalami kesulitan.

Sila ketiga Pancasila, Persatuan Indonesia, mengandung nilai persatuan ini. Maknanya adalah bahwa seluruh warga negara Indonesia harus bersatu tanpa memandang perbedaan suku, bahasa, agama, dan latar belakang budaya lainnya.

Menurut Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, nilai persatuan salah satunya dapat diwujudkan dengan cara memiliki jiwa nasionalisme yang tinggi. Nasionalisme sendiri berarti rasa cinta terhadap tanah air Indonesia.

a. Menanamkan jiwa dan semangat patriotisme serta cinta tanah air bagi seluruh anggota keluarga. Misalnya dengan membiasakan mengonsumsi produk-produk lokal buatan Indonesiab. Mengajarkan kepada anggota keluarga untuk menjaga nama baik Indonesiac. Menumbuhkan sikap saling menghormati, menyayangi, dan menghargai di antara anggota keluarga.

a. Saling bekerja sama dan menghormati antar tetangga tanpa membedakan suku, agama, ras, dan golonganb. Mengutamakan kepentingan masyarakat di atas kepentingan pribadi atau keluargac. Tidak memaksakan keinginan kita kepada orang laind. Menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan masyarakate. Di tengah lingkungan yang majemuk dengan berbagai latar belakang budaya, bahasa Indonesia digunakan sebagai bahasa pergaulan.

a. Berteman tanpa memandang status sosial ekonomi, agama, suku, ras, dan golonganb. Menjaga kerukunan dan toleransi di antara teman dan guruc. Membantu teman yang kesusahan dengan tulus ikhlasd. Mengutamakan persatuan dan kesatuan di lingkungan sekolah.

Nilai kerakyatan terkandung pada sila keempat Pancasila, Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan. Nilai tersebut bermakna kekuasaan tertinggi ada di tangan rakyat.

Nilai kerakyatan terkait erat dengan pemerintahan di Indonesia yang menerapkan sistem demokrasi, yaitu, pemerintahan dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat. Selain nilai tersebut, sila keempat juga bermakna pengambilan keputusan dari pendapat-pendapat yang berbeda diutamakan melalui mekanisme musyawarah.

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan pun membedah makna sila keempat sebagai berikut: Kata hikmat kebijaksanaan diartikan sebagai penggunaan akal sehat dalam melakukan segala sesuatu Permusyawaratan dimaknai sebagai musyawarah untuk mengambil keputusan dan mencapai mufakat Perwakilan mengacu kepada sistem yang dianut, yaitu perwakilan rakyat.

Nilai kerakyatan ini hendaknya dapat tertanam dalam diri setiap rakyat Indonesia, serta dapat diterapkan di mana pun. Berikut contoh penerapan nilai kerakyatan dalam sila keempat tersebut:

a. Anak mendengarkan dan menuruti nasihat orang tuab. Orang tua mau mendengarkan dan menerima saran dari anakc. Menghargai dan melaksanakan keputusan.

a. Mengikuti pemilihan kepala daerah, baik dari tingkat provinsi, kabupaten, hingga RT dan RWb. Aktif mengikuti kegiatan musyawarah warga dan memberikan pendapatc. Melaksanakan keputusan hasil musyawarah.

a. Aktif mengikuti organisasi kesiswaanb. Mengambil keputusan untuk kepentingan bersama lewat jalan musyawarahc. Mendengarkan pendapat guru dan temand. Tidak memaksakan pendapat dan kehendak kepada teman.

Nilai keadilan tercermin dalam sila kelima Pancasila, Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia. Makna nilai tersebut adalah setiap masyarakat Indonesia memiliki hak yang sama untuk mendapatkan kesejahteraan.

Mewujudkan rakyat yang sejahtera tanpa kesenjangan ekonomi, sosial, budaya, juga politik, merupakan tujuan dari bangsa Indonesia. Dengan demikian nilai keadilan dapat diwujudkan.

Sementara itu, mewujudkan kemakmuran rakyat juga merupakan amanah dari Undang-Undang Dasar 1945. Hal tersebut tersurat dalam Pasal 33 Ayat 3 yang berbunyi:

a. Menjalankan kewajiban dan mendapatkan hak sesuai peranan masing-masing anggota keluargab. Saling membantu dan mendukung antar anggota keluargac. Menghormati hak masing-masing anggota keluarga.

a. Melaksanakan kewajiban dan mendapatkan hak sebagai warga masyarakatb. Membantu tetangga yang membutuhkan tanpa melihat status sosialc. Mengesampingkan kepentingan pribadi dan mengutamakan kepentingan masyarakat.

Demikianlah praktik pengamalan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Karena Pancasila merupakan kristalisasi dari nilai-nilai luhur bangsa, menerapkannya tentu akan membawa manfaat bagi kita. Karenanya, mari mulai mengamalkannya sekarang juga!

ePerpus adalah layanan perpustakaan digital masa kini yang mengusung konsep B2B. Kami hadir untuk memudahkan dalam mengelola perpustakaan digital Anda. Klien B2B Perpustakaan digital kami meliputi sekolah, universitas, korporat, sampai tempat ibadah.


Penerapan Nilai-Nilai Pancasila dalam Menanggulangi COVID-19

1 Jun 2020 ¢€œOleh karena itu, dalam memperingati hari kelahiran Pancasila, yang memberi kontribusi bagi ketahanan masyarakat yang merupakan‚  Contoh Soal Evaluasi Tema 1 Kelas 6 SD

Makna Sila ke-4 dalam Konteks Pilkada - Fakultas Hukum

24 Agu 2014 Kedua, karena argumentasi ini diusung Koalisi Merah Putih, Kemudian, secara konseptual demokrasi adalah buah-pikir masyarakat Barat.

Tema 5 Subtema 1 - PKN (Pengamalan Sila Pertama Pancasila)

Yuk pelajari selengkapnya tentang Ciri Struktur dan Replika Virus bersama Ibu Hendriana Aryanti dari SD Mardi Putera. Pengamalan Pancasila Sila Ke 1

Contoh Pengamalan Pancasila dalam Kehidupan Sehari-Hari

3 Feb 2021 Menghindari dan menolak adanya bullying di sekolah maupun media sosial. Sila 3 Pancasila. Bedasarkan sila Persatuan Indonesia, maka tingkah laku‚ 

45 butir Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila

20 Nov 2014 1. Ketuhanan Yang Maha Esa. (1) Bangsa Indonesia menyatakan kepercayaannya dan ‚ 2. Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab ‚ 3. Persatuan Indonesia ‚ 4. PERTEMUAN III ~ PPKN 89Ktg

Artikel | Butir-Butir Pedoman Penghyatan dan Pengamalan Pancasila

Lima asas dalam Pancasila dijabarkan menjadi 36 butir pengamalan, kepentingan Negara dan masyarakat. 2. Tidak memaksakan kehendak kepada orang lain. 3. sebutkan 3 contoh pengamalan sila ke-2 di masyarakat

sebutkan 3 contoh pengamalan sila ke-2 di masyarakat

sebutkan akibat dari ketidakjujuran,sebutkan anggota panitia sembilan,sebutkan alat ukur panjang,sebutkan alat ukur massa,sebutkan alat ukur waktu,sebutkan alat musik tradisional,sebutkan air suci dan mensucikan,sebutkan arah gerak hewan,sebutkan ancaman di bidang politik,sebutkan aliran seni lukis,3 artinya,3 am,3 akar 2,3 agustus zodiak apa,3 akar 2 pangkat 2,3 akar 3,3 ayat terakhir al baqarah,3 artinya emoticon,3 am et to wib,3 april zodiak apa,contoh application letter,contoh artikel,contoh analisis swot,contoh abstrak,contoh artikel ilmiah,contoh akulturasi,contoh asimilasi,contoh anekdot,contoh adjective,contoh autobiografi,pengamalan al khabir,pengamalan al alim,pengamalan artinya,pengamalan al bashir,pengamalan al basir,pengamalan asmaul husna al matin,pengamalan asmaul husna al wakil,pengamalan asmaul husna,pengamalan asmaul husna al alim,pengamalan al karim,sila artinya,sila adalah,sila atau silakan,sila agama buddha,sila artinya apa,sila arti,sila agama,shila at sawangan,sila artinya dalam pancasila,sila acara atmanastuti,ke arah atau kearah,ke atas atau keatas,ke arah,ke ai mandarin,ke amerika berapa jam,ke amerika untuk vaksin,ke ai,ke airline,ke ai artinya,keap,2 akar 2,2 am,2 adalah,2 akar 3,2 agustus zodiak apa,2 am jam berapa,2 ampere berapa watt,2 april zodiak apa,2 akar 2 pangkat 2,2 akar 5,di atas atau diatas,di antara,di antara atau diantara,di antaranya atau diantaranya,di amerika sekarang jam berapa,di atas,di antaranya,di atas meja,di atas triliun,di atas meja chord,masyarakat adalah,masyarakat adat,masyarakat adat adalah,masyarakat agraris adalah,masyarakat adalah orang-orang yang,masyarakat alor mendiami provinsi,masyarakat anti korupsi indonesia,masyarakat adat di indonesia,masyarakat arab sebelum islam,masyarakat agraris

1PA12 GUNADARMA: TUGAS ILMU BUDAYA DASAR 3#

BLOG Pribadi Irna: Makna Nilai-Nilai setiap Sila Pancasila

Contoh Soal Evaluasi Tema 1 Kelas 6 SD

Pengamalan Pancasila Sila Ke 1

PERTEMUAN III ~ PPKN 89Ktg


Post a Comment for "17+ Sebutkan 3 Contoh Pengamalan Sila Ke 2 Di Masyarakat !!"